Mengapa banyak Gempa di Sulawesi?


“We now come to the Island of Celebes, in many respects the most remarkable and interesting in the whole region, or perhaps on the globe, since no other island seems to present so many curious problems for solution.”

Wallace, 1876

Sulawesi dikenal oleh para peneliti asing terdahulu sebagai Celebes. Sulawesi sejak dulu selalu menjadi daya tarik karena kekayaan sumber daya alam, flora, fauna dan tentu saja geologinya. Dalam bukunya (the Malay Archipelago, 1869) Afred Russel Wallace percaya bahwa persebaran fauna di Sulawesi dikontrol pula oleh geologi yang kompleks.

Sulawesi terbentuk dari amalgamasi beberapa pecahan blok kontinen yang berasal dari benua Australia. Salah satu konsekuensinya adalah gempa yang hingga saat ini terus terjadi di Sulawesi. Gempa tersebut terjadi karena adanya tabrakan serta pergeseran satu sama lain dari blok-blok yang membentuk Sulawesi.

Lingkaran kuning menunjukkan titik gempa dengan seismisitas M>5 dari data IRIS (1970-2018) dan lingkaran merah menunjukkan episenter dari pergerakan sesar Palu-Koro dengan M>4 (Valkaniotis et al., 2018).

Q: Mengapa bisa terjadi banyak gempa di Sulawesi?

A: Karena Sulawesi terletak diantara lempeng tektonik Eurasia (Sundaland), Indo-Australia dan Pasifik. Pulau Sulawesi terbentuk dari tabrakan beberapa lempeng tektonik kecil (microplates/terranes) yang berasal dari Australia. Batas lempeng yang bertabrakan tersebut hingga saat ini masih aktif bergerak sebagai sesar dan menghasilkan gempa.

Sulawesi merupakan produk amalgamasi dari blok kontinen Argo (Jawa Timur – Sulawesi Barat), Inner Banda (Sabah – NW Sulawesi) dan Sula Spur (Sulawesi Timur) yang semuanya berasal dari pecahan benua Australia (Gondwana)

Q: Apa hubungan tektonik lempeng dan gempa?

A: lempeng tektonik adalah bagian terluar dari bumi yang terdiri atas mantel bagian atas dan kerak (crust) yang aktif berjalan (dinamis). Jika membayangkan bumi sebagai telur maka lempeng adalah kulit telur, namun kulit telur yang retak-retak dibagian atas putih telur yang terus berputar/berotasi. Saat kulit telur tersebut saling berpapasan atau bertabrakan satu sama lain maka akan menghasilkan gempa.

Ilustrasu sederhana yang menggambarkan kejadian gempa pada batas lempeng yang saling bergerak menjauh, berpapasan dan bertabrakan. Sirkulasi pada bagian mantel terbentuk akibat adanya mantel panas yang naik dan kerak samudera dingin yang tenggelam.

Q: Daerah Sulawesi mana saja yang sangat rawan dengan gempa?

A: Dilihat dari peta lokasi gempa sejak 1970 dengan M>5 di atas dapat terlihat bahwa gempa banyak terdapat di Sulawesi Tengah khususnya sepanjang sesar Palu-Koro, lengan Sulawesi bagian timur dan utara Sulawesi yang berasosiasi dengan subduksi di daerah tersebut.

Sesar geser Palu-Koro berhubungan dengan subduksi Sulawesi Utara. Gambar di atas juga menunjukkan bagian lempeng yang mengalami subduksi (slab); Sangihe slab (hijau), Celebes/Sulawesi Slab (biru) dan Sula Slab (merah muda). Ketiga subduksi tersebut yang bertanggungjawab terhadap banyaknya gempa yang terjadi di daerah tersebut.

Jalur pertemuan dari berbagai blok kontinen yang berbeda umumnya menjadi suatu jalur sesar yang disebut dengan suture. Jika kita lihat peta geologi Sulawesi saat ini, banyak sekali sesar-sesar yang memotong Sulawesi, sebagian besar sesar tersebut masih aktif menghasilkan gempa. Oleh karena itu, masyrakat yang tinggal di Pulau Sulawesi harus selalu waspada dengan gempa dan bencana alam lain yang disebabkan oleh gempa yang dapat terjadi kapan saja.

2 thoughts on “Mengapa banyak Gempa di Sulawesi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s