Pertanyaan seputar Gemuruh/Dentuman dan Gelombang Gempa

Ilustrasi yang menggambarkan titik pusat gempa (focus/Hypocenter) dan Epicenter (titik dipermukaan yang merupakan proyeksi vertikal dari titik pusat gempa) yang diakibatkan oleh sesar yang menghasilkan gelombang seismik (Seismic waves) (sumber gambar: Plummer et al., 2015)

Setelah melakukan kegiatan lapangan Ekspedisi Poso (15-22 Mei 2019) dan melakukan edukasi kebencanaan geologi di beberapa desa di sepanjang sesar Poso Barat, terdapat beberapa pertanyaan menarik yang ingin saya bagikan di sini. Yang pertama pertanyaan mengenai suara gemuruh atau dentuman dari dalam tanah:

Q: Mengapa saat terjadi gempa di Meko (nama salah satu desa di bagian barat Danau Poso) disertai dengan suara gemuruh/dentuman dari dalam tanah?

A: Fenomena gemuruh/dentuman sebelum gempa, saat gempa maupun setelah gempa ini juga dikenal dengan nama “Earthquake Booms”. Suara gemuruh/dentuman tersebut merambat bersama gelombang gempa yang bersumber dari sesar/patahan yang terjadi. Analoginya saat kita mematahkan ranting kayu atau penggaris, saat patah akan terdengar suara/bunyi patahan (tapi klo ini suaranya merambat lewat udara).

Q: Lalu apa hubungannya dengan “Earthquake Swarm” atau Gempa Swarm?

A: Nah Gempa Swarm/ Earthquake Swarm itu adalah suatu istilah dimana suatu daerah mengalami beberapa kali gempa dalam waktu yang singkat. Nah bedanya apa dengan gempa susulan? kalo Gempa swarm ini susah dibedakan mana gempa susulan dan gempa utamanya karena waktu kejadian yang berdekatan dengan besar gempa yang hampir sama. Jadi hubungan antara earthquake swarm (gempa swarm) dengan suara dentuman dapat dibayangkan jika kita menabuh drum berkali kali, pasti suaranya juga akan lebih jelas kedengaran kan?

Selanjutnya yang kedua pertanyaan yang berkaitan dengan gelombang gempa

Q: Pak, gempa Meko (24/03/2019, 5,4 SR) ini berbeda dengan Gempa Palu (28/08/2018, 7,4 SR), saat gempa Palu itu tanah dan rumah-rumah di desa Meko bergoyang kanan kiri sedangakan ketika gempa Meko tanah dan rumah-rumah itu digoyang naik turun seperti gelombang. Kenapa seperti itu ya?

A: Seperti yang kita ketahui bahwa sesar yang aktif bergerak menyimpan energi yang sewaktu-waktu dilepaskan menghasilkan gempa. Nah, energi tersebut merambat ke berbagai arah (termasuk ke permukaan tanah) dalam bentuk gelombang seismik. Jenis-jenis perambatan gelombang ini bermacam-macam antara lain berupa gelombang permukaan (surface waves) dan bodi (body waves).

Ilustrasi Surface waves yang merambat di permukaan bumi (biru) dan body waves yang merambat di dalam bumi (merah) (eqseis.geosc.psu.edu)

A: Body waves merupakan gelombang yang merambat dari fokus/hiposenter gempa ke segala arah sedangkan surface waves merambat hanya di permukaan bumi dari episenter (perhatikan gambar ilustrasi pertama di atas).

A: Diantara dua gelombang di atas, yang paling merusak adalah surface waves atau gelombang permukaan. Berdasarkan ciri pergerakannya, gelombang permukaan dapat dibagi lagi menjadi Love Wave (pergerakan yang menyamping kanan dan kiri) dan Rayleigh Wave (pergerakan yang naik turun seperti gelombang). Dari ciri tersebut maka dapat disimpulkan bahwa di Desa Meko telah terjadi apa yang disebut dengan love dan rayleigh waves.

Ilustrasi gambar gelombang love wave (bergerak menyamping kanan-kiri) dan rayleigh wave (bergerak naik turun seperti gelombang) dengan ciri pergerakan yang berbeda. Rayleigh wave memiliki sifat yang lebih destruktif atau merusak gedung dibandingkan dengan love wave (sumber gambar: Plummer et al., 2015)